Pengertian Hipotesis dalam Penelitian, Jenis, Contoh

8 min read

Hipotesis Adalah?✔️ Pengertian apa itu hipotesis✔️ Jenis✔️ Fungsi✔️ Cara membuat✔️ Contoh perumusan hipotesis statistik & penelitian✔️

Dalam dunia statistik hipotesis adalah salah satu acuan umum sebelum melakukan sebuah penelitian. Tanpa adanya hipotesis apa motivasinya seorang peneliti melakukan penelitian atas masalah tertentu.

Sebuah analisis awal jelas akan memiliki kekurangan dan rentan pada kesalahan. Oleh karena itu kita harus membuktikan hipotesisnya menggunakan berbagai pendekatan apakah memang benar atau tidak.

Oleh karena itu mari kita pelajari bersama berbagai macam aspek penting dalam penyusunan hipotesis dalam sebuah penelitian agar sesuai dengan kaidah yang benar. Sehingga tidak ada lagi kesalahan dimana peneliti memikirkan hipotesisnya terlalu dalam.

Apa itu Hipotesis?

hipotesis adalah

Menurut Cambridge Dictionary, pengertian hipotesis adalah dugaan sementara yang dibuat berdasarkan fakta atau literasi yang belum dibuktikan benar tidaknya. Sebuah hipotesis biasanya digunakan sebagai acuan dasar penelitian yang nantinya akan dibuktikan kebenarannya melalui pengujian secara ilmiah.

Sederhananya, hipotesis adalah pernyataan yang memberikan penjelasan mengapa atau bagaimana sesuatu bekerja, berdasarkan fakta, literasi maupun beberapa asumsi yang masuk akal, tetapi belum diuji kebenarannya.

Untuk lebih mudah memahaminya, perhatikan contoh perumusan hipotesis berikut ini: “Kualitas tidur berpengaruh pada prestasi akademis siswa”.

Pernyataan diatas memperkirakan bahwa prestasi akademik sesorang akan dipengaruhi oleh jumlah atau kualitas tidur yang mereka lakukan.

Terdengar masuk akal, bukan? ini didasarkan pada asumsi yang masuk akal serta didukung oleh apa yang saat ini kita ketahui tentang tidur dan kesehatan (berdasar pada literatur yang ada). Jadi, pernyataan diatas sah kita sebut dengan ‘hipotesis’.

Sebuah hipotesis merupakan poin awal dari setiap investigasi yang menerjemahkan pertanyaan penelitian menjadi sebuah dugaan (prediksi).

Saat kita menuliskan sebuah hipotesis, pada dasarnya kita membuat dugaan sementara (prediksi) berdasarkan prasangka dan bukti ilmiah, yang selanjutnya dibuktikan atau disangkal melalui metode ilmiah.

Tujuan hipotesis adalah untuk memprediksi temuan, data, dan kesimpulan suatu penelitian. Sebagai contoh sebuah penelitian memiliki tujuan untuk mengamati fenomena tertentu.

Oleh karena itu, sebuah hipotesis menjabarkan apa fenomena tersebut. Dan itu dilakukan melalui dua variabel, variabel independen dan dependen.

Isi sebuah hipotesis umumnya mencakup beberapa komponen penelitian seperti variabel, populasi dan hubungan antara variabel. Sehingga definisi dari hipotesis penelitian adalah hipotesis yang digunakan untuk menguji hubungan antara dua variabel atau lebih.

Jika dideskripsikan secara umum sebenarnya hipotesis adalah perkiraan awal dari hasil sebuah penelitian. Sehingga peneliti memiliki asumsi awal bagaimana nantinya penelitian akan berjalan.

Karena masih bersifat asumsi maka hipotesis tersebut tentu tidak masalah jika ternyata salah. Sehingga ini juga tidak dapat dijadikan sebagai acuan empiris karena belum terbukti kebenarannya.

Langkah yang dapat dilakukan untuk menguji kebenaran hipotesis adalah dengan melakukan eksperimen berupa pengujian hipotesis itu sendiri menggunakan metode ilmiah tertentu.

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

pengertian hipotesis

Langsung saja akan kami jelaskan secara definitif apa kata para ahli terkait dengan hipotesis. Jadi berikut ini adalah beberapa statement yang dikeluarkan para ahli, sepertinya penting untuk dibahas lebih dalam.

  • Sugiyono

Menurut Sugiyono, pengertian hipotesis adalah pernyataan atau jawaban sementara yang dibuat berdasar pada rumusan masalah suatu penelitian. Sebuah hipotesis hanya bersifat dugaan (prediksi) yang masih perlu pengujian hipotesis untuk membuktikannya.

  • Borg dan gall

Menurut Borg dan gall ini adalah sebuah acuan awal yang dijadikan asumsi oleh seorang peneliti. Asumsi tersebut tentu saja harus memiliki relevansi dengan kajian atau kegiatan penelitiannya.

  • Wagiran

Menurut Wagiran ini adalah sebuah hubungan awal antara satu variabel dengan lainnya yang masih memiliki korelasi. Sehingga pernyataannya dapat dibuktikan menggunakan teori-teori yang ada.

  • James e greighton

Menurut Greighton ini adalah dugaan sementara dari peristiwa yang akan terjadi akibat dilakukannya sebuah uji coba. Jadi peneliti harus membuktikan apakah asumsinya tersebut benar atau salah.

  • Lungberg

Lungberg memiliki pendapat singkat bahwa ini adalah sebuah gagasan awal yang harus dibuktikan. Benar atau tidaknya gagasan tersebut tentu saja harus diuji dari kajian saintik.

  • Goode dan Haan

Menurut goode dan han ini adalah sebuah proporsi yang dimasukkan dalam sebuah rencana penelitian. Jadi hasil pengujian harus sesuai dengan dugaan sementara penelitinya sendiri.

Masih banyak lagi pendapat para ahli yang dapat Anda jadikan sebagai acuan definitif. Namun secara umum ini adalah sebuah gagasan awal yang melatarbelakangi terjadinya sebuah kegiatan penelitian.

Jenis Hipotesis

jenis hipotesis

Secara umum, jenis hipotesis dibagi menjadi dua yaitu hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Dalam penggunaannya, hipotesis penelitian dibagi lagi berdasarkan rumusannya, proses mendapatkannya, serta jenis penelitiannya.

Sedangkan untuk hipotesis statistik dibagi menjadi 4 jenis yaitu hipotesis deskriptif, komparatif, asosiatif dan juga kausal. Untuk lebih mudah dalam memahaminya, berikut kami ulas penjelasan dilengkapi contohnya.

a. Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian (hipotesis ilmiah) adalah pernyataan tentang hasil yang diharapkan dari suatu penelitian. Pernyataan dalam hipotesis penelitian sendiri harus memenuhi tiga unsur, yaitu spesifisitas, kejelasan, dan keterujian.

Pengertian hipotesis penelitian juga dapat dijelaskan dari berbagai sudut pandang, entah dari arti seara etimologis, statistik, teknis, dll. Untuk lebih mudah dalam memahaminya, berikut beberapa pengertian hipotesis penelitian dari berbagai sudut pandang ilmiah:

  1. Secara etimologis, hipotesis berasal dari dua suku kata yaitu ‘hypo’ yang berarti “kurang dari” dan juga ‘thesis’ yang memiliki arti pendapat. Sehingga jika digabung mendapatkan definisi bahwa hipotesis adalah asumsi/ gagasan sementara yang belum final dan harus diuji kebenarannya melalui berbagai metode ilmiah.
  2. Secara teoritis, Hipotesis merupakan suatu pernyataan sementara yang diajukan untuk memecahkan suatu permasalahan dalam penelitian, atau untuk menerangkan suatu gejala yang ada.
  3. Secara bahasa, Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris.
  4. Secara teknis, hipotesis adalah pernyataan mengenai keadaan populasi yang
    akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian.
  5. Secara statistik, hipotesis adalah pernyataan pertanyaan mengenai keadaan parameter yang akan diuji dalam penelitian tertentu melalui statistik sample.
  6. Secara hubungan dengan variabel penelitian, hipotesis diartikan sebagai
    pernyataan tentang keterkaitan antara variabel-variabel (hubugan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih).
  7. Secara teori ilmiah, hipotesis adalah deduksi dari teori ilmiah (pada penelitian kuantitatif) dan kesimpulan sementara sebagai hasil observasi untuk menghasilkan teori teori baru yang telah teruji.

Hipotesis penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan rumusannya dan proses pemerolehannya. Berikut merupakan jenis jenis hipotesis penelitian yang bisa anda pelajari:

1. Berdasarkan Rumusannya

  • Hipoteis kerja, yaitu hipotesis “yang sebenarnya” atau dugaan awal yang terarah berdasarkan klausa. Hipotesis kerja merupakan sintesis dari hasil kajian teoritis. Hipotesis kerja biasanya disingkat H1 atau Ha.
  • Hipotesis nol atau hipotesis statistik adalah dugaan awal berdasarkan dengan standar deviasi. Hipotesis nol merupakan lawan dari hipotesis kerja dan sering disingkat Ho.
  • Hipotesis alternatif merupakan jenis hipotesis penelitian yang hampir sama seperti hipotesis kerja namun tidak terarah dan bukan berdasarkan klausa.

Contoh Hipotesis: “Tempering pada fumbling stabilizer kincir angin menyebabkan perubahan nilai konstanta lorentz”

2. Berdasarkan Proses Mendapatkannya

  • Deduktif :Perolehan dugaan awal menggunakan asas praduga atau deduktif  berdasarkan teori ilmiah yang telah ada.
  • Induktif : Perolehan dugaan awal berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan teori baru.
  • Mayor : Peroleh dugaan awal menggunakan fakta yang ada di lapangan.
  • Minor : Perolehan dugaan awal menggunakan fakta literatur yang telah ada.

Contoh Hipotesis: “Peningkatan thermal efficiency pada difibrio encabulator kemungkinan terjadi karena perbedaan konstanta schmidt pada sambungan alternator traksi.”

3. Berdasarkan Jenis Penelitian

  • Searah : Harus memiliki korelasi antara satu variabel dengan lainnya secara komprehensif
  • Tanpa arah : Korelasi antara variabel bisa disebabkan oleh dua alasan atau lebih

Contoh Hipotesis: “Metode pengelasan spasial yang digunakan dalam pengukuran decabial shaft pada rotor meningkatkan probabilitas terjadinya thermal leaking.”

b. Hipotesis Statistik

Menurut Sudarwan Danim dan Darwis, 2003, pengertian hipotesis statistik adalah gagasan atau dugaan tentang keadaan populasi yang bersifat sementara dan belum teruji kebenarannya.

Sebuah hipotesis statistik dapat berupa variabel ( binomial, poisson, dan normal) maupun nilai dari suatu parameter pengujian (mean, varians, standar devaiasi dan proporsi).

Setiap Hipotesis statistik yang dibuat haruslah mengalami proses pengujian, sehingga hipotesis statistik harus berbentuk kuantitas agar dapat diterima atau ditolak kebenarannya.

Hipotesis statistik dapat diterima jika pengujian membenarkan pernyataannya dan akan ditolak jika terjadi penyangkalan dari pernyataan tersebut.

Berdasarkan bentuknya, hipotesis statistik dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Berikut merupakan jenis jenis hipotesis statistik yang bisa anda pelajari:

  • Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskripsif adalah dugaan sementara terhadap masalah deskriptif yang berhubungan dengan variabel tunggal. Ciri ciri yang ada pada hipotesis deskriptif yaitu mampu menjelaskan data berdasarkan hasil numerik.

Contoh: Apakah minuman kemasan Fanta mengandung alkohol?

Dari topik penelitian diatas dapat kita dapatkan perumusan hipotesis deskriptifnya yaitu sebagai berikut:

Ho = Fanta mengandung alkohol
H1 = Fanta tidak mengandung alkohol

  • Hipotesis Komparatif

Hipotesis Komparatif adalah dugaan sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan perbandingan (komparasi) antara dua variabel penelitian. Ciri ciri yang ada pada hipotesis komparatif yaitu mampu membandingkan berdasarkan data statement.

Contoh: Adakah perbedaan kualitas ikan koi yang hidup di kolam lumpur dan kolam beton?

Dari topik penelitian diatas dapat kita dapatkan perumusan hipotesis komparatifnya yaitu sebagai berikut:

Ho = Tidak ada perbedaan kualitas ikan koi yang hidup di kolam lumpur maupun beton
H1 = Ada perbedaan kualitas ikan koi yang hidup di kolam lumpur dan kolam beton.

  • Hipotesis Asosiatif

Hipotesis asosiatif adalah dugaan sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan hubungan antara dua variabel penelitian. Ciri ciri yang ada pada hipotesis asosiatif yaitu memiliki relevansi antara suatu kejadian tertentu.

Contoh: Adakah hubungan curah hujan tinggi di kota A terhadap banjir yang terjadi di desa B?

Dari topik penelitian diatas dapat kita dapatkan perumusan hipotesis komparatifnya yaitu sebagai berikut:

Ho = Tidak ada hubungan hujan tinggi di kota A terhadap banjir di desa B.
H1 = Ada hubungan hujan tinggi di kota A terhadap banjir di desa B.

  • Hipotesis Kausal

Hipotesis kausal adalah dugaan sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan hubungan antara dua variabel penelitian. Ciri ciri yang ada pada hipotesis kausal yaitu memiliki relevansi sebab akibat

Contoh: Adakah pengaruh imunisasi terhadap tumbuh kembang bayi?

Dari topik penelitian diatas dapat kita dapatkan perumusan hipotesis kausalnya yaitu sebagai berikut:

Ho = Tidak ada pengaruh imunisasi terhadap tumbuh kembang bayi.
H1 = Ada pengaruh imunisasi terhadap tumbuh kembang bayi.

Syarat Penyusunan Hipotesis

hipotesis penelitian

Pada segmen ini kami akan membahas syarat dan fungsi dari hipotesis agar Anda tidak sampai salah. Menurut Sumadi Suryabrata, 2000, Ada beberapa persyaratan khusus agar sebuah statement dapat dianggap valid dalam meneliti kasus tertentu, diantaranya sebagai berikut:

  • Penyusunannya singkat, padat, dan jelas

Sebuah dugaan awal harus dibuat secara singkat, padat, dan jelas sehingga para pembaca mudah memahaminya. Jika kita buat terlalu panjang maka ini akan membuat maksud dari dugaannya menjadi rancu.

  • Mampu menunjukkan adanya korelasi dua variabel atau lebih

Sebuah dugaan awal juga harus mampu menunjukkan korelasi tertentu antara beberapa variabel. Baik positif atau negatif harus terjadi hubungan terikat antara satu dengan lainnya.

Sehingga dalam meneliti dugaan awal ini masih menjadi acuan mengapa melakukannya. Ini dapat menjadi batasan umum dimana kegiatan menelitinya harus dijaga.

  • Memiliki landasan teori

Sebuah gagasan awal harus memiliki landasan teori tertentu yang saling berhubungan. Jadi seorang peneliti tidak boleh mengeluarkan statement asal dan menyebutnya sebagai hipotesis. Jika hipotesis adalah hipotesis relasional, maka itu harus menyatakan hubungan antar variabel.

  • Sederhana dan ringkas

Cara penjelasan hipotesis harus sangat sederhana dan juga harus dipahami bahwa kesederhanaan hipotesis tidak berkaitan dengan signifikansinya.

  • Spesifik dan dapat diuji

Suatu hipotesis harus bersifat spesifik dan harus memiliki ruang untuk melakukan lebih banyak tes/ pengujian (dapat diuji kebenaran atau tidaknya).

  • Minimal memiliki dua variabel

Hipotesis harus menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih (dalam satu rumusan hipotesis minimal terdapat dua variabel).

Fungsi/ Manfaat Hipotesis dalam Penelitian

Setelah memahami pengertian dan karakteristik suatu hipotesis, mari kita lihat lebih jauh seperti apa fungsinya. Berikut ini akan kami jelaskan fungsinya sehingga Anda bisa lebih memahami bagaimana penggunaannya dalam analisis kasus tertentu.

  1. Hipotesis membantu dalam membuat observasi dan eksperimen menjadi mungkin
  2. Menguji teori teori dalam penelitian
  3. Menerangkan sebuah fenomena baik saintifik atau sosial
  4. Mendorong munculnya teori baru
  5. Hipotesis membantu dalam memverifikasi sebuah pengamatan.
  6. Menjadi pedoman (titik awal) suatu kegiatan penelitian
  7. Membantu dalam mengarahkan pertanyaan (rumusan masalah) ke arah yang benar
  8. Hipotesis memberikan arah pada pengumpulan dan penafsiran data.
  9. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penelitian.
  10. Hipotesis merupakan petunjuk tentang prosedur apa saja yang harus diikuti dan
    jenis data apa saja yang harus dikumpulkan

Dengan semua aspek tadi tentu sekarang Anda jadi tahu lebih dalam seperti apa persyaratan gagasan umum dalam meneliti. Berikutnya akan kami jelaskan bagaimana cara membuatnya sesuai kaidah.

Cara Membuat Hipotesis

cara membuat hipotesis

Suatu hipotesis dapat bersumber dari beberapa hal. Diantara contoh sumber hipotesis misalnya dari sebuah teori ilmiah, pola umum yang memengaruhi proses berpikir orang, kemiripan antar fenomena, serta pengamatan dari studi yang telah ada sebelumnya.

Ada beberapa konsep dasar yang perlu diperhatikan ketika menyusun sebuah gagasan sementara. Berikut ini akan kami jelaskan sehingga Anda mampu menyusun sendiri secara lebih akurat sesuai kaidah.

  1. Membuat berdasarkan korelasi dengan rumusan permasalahan
  2. Menentukan apa saja landasan teori
  3. Menentukan batasan ranah penelitiannya

Ketiga konsep dasar diatas adalah acuan paling penting bagi para peneliti dalam melakukan penyusunan sebuah hipotesis. Setelah mengetahui konsep dasar diatas, lanjutkan dengan mengikuti langkah langkah berikut ini :

  1. Membuat rumusan masalah. Langkah pertama yang harus kita lakukan ialah dengan menentukan pertanyaan pertanyaan terhadap masalah yang akan kita teliti berdasarkan fakta maupun literasi yang ada dilapangan.
  2. Menetapkan hipotesis. Setelah anda menentukan penelitian yang dilakukan, langkah kedua yaitu dengan menyusun hipotesis awal untuk masalah yang telah ditetapkan.
  3. Pengumpulan data. Langkah ketiga yaitu mengumpulkan data data berupa fakta dilapangan maupun literasi literasi yang relevan dengan penelitian. Anda bisa menggunakan metode pengumpulan data kualitatif maupun kuantitatif sesuai jenis penelitian.
  4. Pengolahan data. Setelah proses pengumpulan data, kita lakukan pengujian apakah data yang ada sudah relevan dengan hipotesa yang kita susun sehingga kita dapat mengetahui kebenaran hipotesa yang telah dibuat.
  5. Penerapan hipotesis. Setelah anda mendapatkan hasil dari pengujian hipotesa anda, langkah terahir yaitu penerapan jawaban hipotesis yang telah teruji kebenarannya.

Notes : Perlu anda catat bahwa sebuah hipotesiis hanya bersifat sementara dan belum teruji kebenarannya, karena sifatnya masih sebuah praduga maka kita tidak perlu terlalu kompleks.

Selama ada masalah dan landasan teori yang relevan itu sudah cukup digunakan untuk membuatnya. Tidak perlu pengujian karena proses uji ini akan berjalan ketika penelitiannya sudah terjadi.

Sehingga tidak perlu kita melakukan uji data atau sebagainya ketika hanya ingin membuat praduga awal saja. Jika ada yang menyatakan harus ada data maka itu adalah salah dan jangan dijadikan acuan.

Contoh Rumus Membuat Hipotesis:

Langsung saja akan kami jelaskan secara singkat salah satu contoh rumus hipotesis statistika pada penelitian kuantitatif yang dapat dijadikan referensi. Sehingga dalam meneliti sebuah data hasilnya bisa diketahui secara akurat.

rumus hipotesis

Keterangan:

  • Z = uji statistik
  • xn = rata-rata sampel pengujian
  • n = jumlah sampel yang dilakukan pengujian
  • σ = standar deviasi berdasarkan teori pengukuran
  • µ = nilai mean yang akan diuji oleh peneliti
Pelajari Juga Macam Macam Tabel dalam Statistika :
Tabel Chi Square Tabel Durbin Watson
R Tabel T Tabel
F Tabel Tabel Z

Semua acuan materi yang wikistatistika paparkan diatas tentu dapat membantu Anda dalam melakukan penyusunan hipotesis. Jadi memang tidak terlalu sulit jika sudah tahu bagaimana metode paling tepat untuk membuatnya sendiri.

Diatas juga telah kami paparkan definisi plus contoh masing masing dari tiap tiap jenis hipotesis sehingga setiap jenis tersebut setidaknya Anda bisa paham arahnya kemana.

Jadi dalam penelitian dapat menemukan garis besar bagaimana perlakuan dalam meneliti kasus. Sekian dan semoga bisa memberikan manfaat untuk teman teman semuanya.

5/5 - (1 vote)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *